Abses Otak

Abses Otak

Abses Otak. Suatu proses pernanahan setempat dan berbatas tegas di antara jaringan otak. Abses otak dapat terjadi di serebum (otak besar) maupun serebelum (otak kecil).

Epidemiologi

Abses otak adalah gangguan yang jarang dijumpai, hanya 2% dari massa intracranial. Angka insiden 2-3 penderita setiap 1 juta penduduk pertahun. Mortalitas (angka kematian) penderita abses otak yang diobatai adalah 2-10 %, sedangkan penderita yang tidak diobati lebih tinggi mortalitasnya.

Penyebab

Abses otak biasanya disebabkan oleh penyebaran infeksi dari bagian tubuh lain (misalnya infeksi paru-paru) melalui aliran darah, infeksi di sekitar otak (infeksi dari sinus paranasal, telinga tengah, gigi, dll), cecera kepala, bedah intracranial, penyakit jantung bawaan sianolik. Ada sekitar 20% abses otak tidak ditemukan sumber primernya.

Gambaran Klinis (Gejala & Tanda)

Abses otak sering kali tanpa di sertai gejala apapun. Akan tetapi pada beberapa kasus di jumpai tnada dan gejal abses otak meliputi tanda & gejala kenaikan tekanan intracranial (misalnya sakit kepala, mual-muntah, papiledema, koma) tanda & gejala penyakit onfeksi (misalnya demam) dan tanda & gejala neurologis local (missal: afasia [ganggun bicara atau memahami makna/kata]).

Abses Otak

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan penunjang yang amat membantu adalah CT scan dan MRI. Jika CT scan tidak ada, angiografi serebral dapat digunakan untuk mengetahui keadaan pembuluh darah otak.

Pemeriksaan penunjang lainnya adalah funduskopi dan elektroensefalogram (EEG). Funduskopi digunakan untuk menunjukkan papilledema dan EEG cukup sensitive pada abses otak di supratento rial (otak depan).

Terapi/Solusi

Terapi antibiotic dapat dikombinasikan dengan pembedahan. Kombinasi seftriakson-metronidazol atau sefotaksim-metronidazol adalah kombinasi yang efektif pada sebagian besar keadaan. Glukokortikoid dapat mengatasi pembengkakan (edema) di sekitar abses otak.

Untuk teknik operasi/pembedahan ada dua prosedur operasi, yauti : (1) aspirasi dengan penuntun stereotaktik atau (2) eksisi lengkap. Silakan berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah untuk memilih operasi yang tepat.

Pencegahan

  1. Hindari penyebab yang mendasari abses otak
  2. Hindari masuknya mikroorganisme ke otak, terutama setelah bedah otak.

Abses Otak

Tahukah Anda?

Penderita abses otak supratentorial cenderung menderita epilepsy (DA).

Silahkan komen disini