Amyotrophic Lateral Sclerosis

Amyotrophic Lateral Sclerosis - www.biosprayid.com

Amyotrophic Lateral Sclerosis

Amyotrophic lateral sclerosisPenyakit neurodegenerative progresif yang menyerang system neuron motoric, dikarakterisasikan oleh degenerasi UMN (Upper Motor Neuron) dan LMN (Lower Motor Neuron).

Epidemiologi

Di seluruh dunia, amyotrophic lateral sclerosis (ASL) dialami 1 per 3 orang per 100 ribu penduduk. Angka insiden 1-2 per 100 ribu sedangkan prevalensi 4-6 per 100 ribu populasi total. Terbanyak dialami usia sekitar 40-60 tahun. Setelah 3-5 tahun diagnosis ALS ditegakkan, dapat terjadi kematian akibat gagal napas. Hanya dari 4 penderita ALS yang mampu bertahan hidup lebih dari 5 tahun setelah dioagnosis ALS dipastikan. Di Indonesia, belum ada data pasti penderita ALS.

Baca juga  Cara Mencegah dan Mengatasi Hipertensi

Penyebab

Penyebab pasti belum diketahui, namun diduga mutasi genetic dan mekanisme biomolekuler-seluler berperan penting.

Gejala & Tanda

Gejala ALS biasanya belum tampak/muncul hingga penderita berusia 50 tahun, namun bisa juga muncul perlahan di usia muda. Penderita ALS biasanya kehilangan kekuatan dan koordinasi otak yang berlangsung cepat sehingga mustahil untuk melakukan aktivitas harian.

ALS tidak memengaruhi pancaindra dan jarang menyerang fungsi kandung kemih, organ di perut, pergerakan mata, kemampuan seseorang untuk berpikir atau mempertimbangkan.

Amyotrophic lateral sclerosis

Pemeriksaan Penunjang

Beberapa pemeriksaan laboratorium yang direkomendasikan untuk diperiksa pada pasien yang dicurigai mengidap ALS, antara lain :

  1. Darah (laju endap darah, C-reactive protein, SGOT, SGPT, LDH, TSH, FT4, FT3, Vitamin B12 & folat, serum protein elektroforesis, serum imunoelektroforesis, keratin kinase, keratin, elektrolit, glukosa)
  2. Neurofisiologi (EMG, Kecepatan konduksi saraf)
  3. Radiologi (MRI/CAT kepala, servikal, torakanl, lumbai, rontgen dada)
Baca juga  Bio Spray Testimoni, Penderita Sakit Jantung

Terapi/Solusi

Tindakan kuratif dan preventif yang efektif belum ditemukan namun riluzole masih menjadi pilihan utama. Pemberian riluzole secara oral setiap hari memperpanjang harapan hidup penderita ALS sekitar tida bulan setelah 18 bulan terapi. Efek samping rilusole adalah kelelahan dan asthenia (kekurangan atau kehilangan energy).

Pencegahan

Hingga kini belum ditemukan strategi efektif-komprehensif untuk mencegah ALS. Akan tetapi, multisinergi telah dikembangkan sebagai dasar profilaksis/preventif ALS di masa mendatang. Misalnya : Mengubah protein yang misfolding (kesalahan pelipatan protein), meningkatkan klirens dari senyawa toksisk, mengurangi inflamasi dan oksidatif, mengurangi eksitotososotas, regulasi RNA, stem cell, vaksin, pengaturan ekspresi gen, mengurangi stress oksidatif dengan agnosis dopamine. (DA)

Baca juga  Komplikasi Hati Penderita Diabetes

Amyotrophic lateral sclerosis

Silahkan komen disini