Antisipasi Ancaman Diabetes pada Ibu Hamil

Antisipasi Ancaman Diabetes pada Ibu Hamil

Antisipasi ancaman diabetes pada ibu hamil

  • Pengontrolan ketat kadar gula darah untuk pencegahan makrosomia dan kelainan kongenital

Makrosomia adalah bayi yang dilahirkan dengan berat badan > 4000 gram. Dari berbagai penelitian didapatkan hasil bahwa hiperglikemia pada ibu hamil dapat merangsang terjadinya makrosomia. Kondisi hiperglikemi akibat pengontrolan darah yang buruk inilah yang menyebabkan terjadinya kelainan kongenital pada janin.

Hiperglikemia maternal yang terjadi selama masa kritis dari organogenesis (usia kehamilan di bawah 9 minggu) dihubungkan dengan adanya peningkatan frekuensi malformasi. Hemoglobin glikosilat banyak dipakai sebagai indikator dalam pengawasan hiperglikemia selama organogenesis.

Daya tahan terhadap insulin meningkat seiring dengan semakin tuanya kehamilan yang dibebaskan oleh kegiatan antiinsulin plasenta. Penderita yang sebelum kehamilan sudah memerlukan insulin akan diberi insulin dengan dosis yang sama dengan dosis diluar kehamilan sampai ada tanda-tanda bahwa dosis perlu ditambah atau dikurangi. Selain memudahkan terjadinya hiperglikemia dan asidosis, perubahan-perubahan dalam kehamilan juga menimbulkan reaksi hipoglikemik sehingga dosis insulin perlu ditambah atau diubah menurut keperluan secara hati-hati dengan pedoman pada 140 mg/dl. Pemeriksaan darah yaitu kadar post pandrial < 140 mg/dl.

Hipoglikemia akan lebih mudah terjadi, terutama pada trimester I, apabila dosis insulin tidak dikurangi karena perempuan kurang makan akibat emisis dan hiperemisi gravidarum.  Sebaliknya, dosis insulin perlu ditambah pada trimester II apabila sudah mulai suka makan, terlebih pada trimester III.

Antisipasi ancaman diabetes pada ibu hamil

Selama berlangsungnya persalinan dan pada hari-hari berikutnya, cadangan hidrat arang dan kebutuhan terhadap insulin berkurang yang mengakibatkan mudah mengalami hipoglikemia bila diet tidak disesuaikan atau dosis insulin tidak dikurangi.   Pemberian insulin yang kurang hati-hati dapat menjadi bahaya besar karena reaksi hipoglikemik dapat disalahtafsirkan sebagai koma diabetikum. Dosis insulin perlu dikurangi selama perempuan dalam persalinan dan nifas dini. Dianjurkan pula agar dalam masa persalinan diberi infus glukosa dan insulin pada hiperglikemia berat dan keto asidosis diberi insulin secara infus intravena dengan kecepatan 2-4 satuan/jam untuk mengatasi komplikasi yang berbahaya.

Dalam kehamilan terjadi perubahan metabolisms endokrin dan karbohidrat yang menunjang pemasukan makanan bagi janin serta persiapan menyusui. Glukosa  dapat difusi secara tetap melalui plasenta pada janin sehingga kadarnya dalam darah janin hampir menyerupai kadar dalam darah ibu. Insulin ibu tidak dapat mencapai  janin sehingga kadar gula ibu yang mempengaruhi kadar dalam janin. Pengendalian yang utama dipengaruhi oleh insulin, disamping beberapa hormon lain yaitu  estrogen, steroid, plasenta laktogen. Akibat lambatnya resorpsi makanan maka terjadi hiperglikemia yang relatif lama dan menuntut kebutuhan insulin. Menjelang aterm,  kebutuhan insulin akan meningkat mencapai 3 kali dari keadaan normal yang disebut tekanan diabetogenik dalam kehamilan. Secara fisiologis telah terjadi retensi insulin,  yaitu bila ditambah dengan estrogen eksogen ia tidak mudah menjadi hipoglikemia. Menjadi satu masalah bila seorang ibu tidak mampu meningkatkan produksi insulin  sehingga relatif hipoinsulin yang mengakibatkan hiperglikemia/diabetes kehamilan.  Retensi insulin juga disebabkan oleh adanya hormon estrogen, progesteron, kortisol, prolaktin dan plasenta laktogen yang mempengaruhi reseptor insulin pada sel sehingga mengurangi afinitas insulin.

Dalam kehamilan terjadi perubahan metabolisms endokrin dan karbohidrat sehingga terjadi inadekuatnya pembentukan dan penggunaan insulin yang berfungsi memudahkan glukosa berpindah ke dalam sel-sel jaringan. Tanpa insulin yang kuat, glukosa tidak dapat memasuki sel-sel untuk digunakan sebagai sumber energi dan tetap berada dalam darah sehingga kadar glukosa darah meningkat di atas batas normal yang menyebabkan air tertarik dari sel-sel ke dalam jaringan/darah sehingga terjadi dehidrasi seluler. Tingginya kadar glukosa darah menyebabkan ginjal harus mengsekresikannya melalui urine dan bekerja keras sehingga ginjal tidak dapat menanggulanginya sebab peningkatan laju filter glonurulus dan penurunan kemampuan tubulus renalif profesional/renalis untuk mereabsorbsi glukosa. Hal ini meningkatkan tekanan osmotik dan mencegah reabsorbsi air oleh tubulus ginjal yang menyebabkan dehidrasi ekstreaoseluler.

Karena glukosa dan energi dikeluarkan dari tubuh bersama urine, tubuh mulai menggunakan lemak dan protein untuk sumber energi yang dalam prosesnya menghasilkan keton dalam darah. Pemecahan lemak dan protein juga menyebabkan lelah, lemah, gelisah yang dilanjutkan dengan penurunan berat badan mendadak ditambah terbentuknya keton akan cepat berkembang keadaan koma dan kematian.

Antisipasi ancaman diabetes pada ibu hamil

Itulah informasi tentang antisipasi ancaman diabetes pada ibu hamil, semoga bermanfaat untuk Anda.

Silahkan komen disini