Diabetes pada Ibu Menyusui

Diabetes pada ibu menyusui

Semua perempuan disarankan untuk menyusui karena air susu ibu (ASI) memberikan bayi nutrisi terbaik dan perlindungan terhadap infeksi. Diabetes tidak menghalangi Anda untuk menyusui. Bayi Anda tidak akan dirugikan jika kadar gula darah Anda tinggi. Namun, gula darah yang terus-menerus tinggi dapat mengakibatkan Anda mengalami dehidrasi yang dapat menghambat produksi air susu. Untuk hasil terbaik saat menyusui, jagalah asupan cairan tetap tinggi dan cobalah memeriksakan kadar gula darah Anda untuk memastikannya tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah. Sebaiknya Anda tidak terlalu ketat dalam mengontrol diabetes agar terhindar dari hipo karena akan sangat sulit untuk merawat bayi jika Anda terus-menerus hipo.

Menyusui membutuhkan banyak energi dalam hal persyaratan nutrisi. Pastikan Anda makan dengan jumlah karbohidrat yang teratur. Anda mungkin perlu meningkatkan asupan kalori dan mengurangi dosis insulin yang biasanya didapatkan sebelum kehamilan. Jika sedang hipo, makanlah terlebih dahulu sebelum menyusui agar Anda dapat merawat bayi dengan aman. Konsultasikan dengan dokter jika Anda ragu-ragu terhadap pilihan Anda. Apabila aktivitas menyusui terlalu sulit, Anda dapat memberi susu botol pada bayi Anda.

Diabetes pada ibu menyusui

Satu hal yang perlu diingat, apa pun jenis diabetes yang Anda alami, Anda sebaiknya percaya diri untuk menyusui bayi Anda. Apalagi, bila Anda tahu kiat-kiatnya.

Yang pertama harus dikenali adalah jenis penyakit diabetes (Diabetes Mellitus atau DM). Yang paling sering ditemui adalah DM tipe 1, yang bergantung insulin dan DM tipe 2 yang tidak bergantung insulin. Selain itu, pada waktu hamil dapat terjadi kondisi diabetes temporer yang akan hilang dengan sendirinya setelah melahirkan. Jenis DM sementara ini dikenal dengan DM gestasional.

Bermanfaat bagi ibu dan bayi. DM atau kencing manis timbul akibat adanya peningkatan kadar gula darah (glukosa) yang disebabkan kekurangan insulin atau gangguan fungsi insulin. Gejala klasik yang dapat ditemui pada penderita DM adalah rasa haus yang berlebihan, sering kencing terutama pada malam hari, berat badan turun drastis, cepat merasa lapar, dan tubuh terasa lemah. Selain itu, penderita juga mengalami kesemutan pada jari tangan dan kaki, gatal-gatal, penglihatan kabur, luka atau bisul yang sukar sembuh, dan keputihan.

Ibu dengan diabetes dianjurkan untuk menyusui bayinya, karena kegiatan ini bermanfaat bagi kesehatan mereka berdua. Ada beberapa fakta tentang hal ini, diantaranya:

  • Bayi yang mendapat ASI paling sedikit selama 3 bulan pertama kehidupannya, berisiko lebih kecil menderita DM tipe 1 dan mengalami kegemukan saat ia dewasa.
  • Ibu menyusui yang sebelumnya mengalami DM gestasional berkurang risikonya menderita diabetes di masa yang akan datang. Perlu diketahui, DM gestasional merupakan faktor risiko terjadinya DM tipe 2.
  • Perubahan hormon dalam tubuh dapat membantu mencegah meningkatnya kadar gula darah dan membuat ibu merasa lebih baik. Misalnya, hormon oksitosin yang dilepaskan selama ibu menyusui, dapat membantu menghilangkan stres yang biasa dialami ibu setelah melahirkan. Asal Anda tahu, stres dapat memicu peningkatan kadar gula darah.

Diabetes pada ibu menyusui

Dari fakta di atas, Anda yang menderita DM kini tak perlu ragu lagi. Segera susui bayi setelah ia lahir. Bila kondisinya tidak memungkinkan Anda menyusuinya secara langsung, misalnya bayi lahir prematur dan harus dimasukkan ke dalam inkubator, maka perawat rumah sakit dapat membantu memberi ASI perah dengan menggunakan sendok.
Silahkan komen disini