Merawat Kaki Diabetik

Merawat kaki diabetik

Merawat kaki diabetikMengapa Kaki ? Kaki diabetes merupakan salah satu komplikasi kronik diabetes yang paling sering terjadi. Dari penelitian diketahui bahwa satu di antara enam pasien diabetes mengalami komplikasi kaki diabetik dengan jumlah total 4 juta insiden setiap tahun seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, sejumlah 1 juta amputasi telah dilakukan se tahun atau satu amputasi setiap 30 detik.

Salah satu perubahan patologis yang terjadi pada anggota gerak ada timbulnya luka yang bila tidak dirawat dengan balk akan berkembang menjadi ulkus gangren. Pada gangren, kulit dan jaringan di sekitar luka akan berwarna kehitaman dan menimbulkan bau. Untuk mencegah gangren meluas, dokter dapat mengambil tindakan operasi untuk memotong jari kaki atau bagian dari kaki yang terinfeksi.

Lantas mengapa kaki yang sering terjadi masalah bagi penderita diabetes? Karena bagi penderita diabetes, kaki merupakan salah satu bagian tubuh yang mendapat perhatian ekstra. Luka pada kaki biasanya bisa menjadi masalah serius. Untuk itu, penderita DM tidak hanya fokus pada pengendalian kadar gula dalam darah atau mengubah gaya hidup, tetapi juga perlu menjaga kesehatan organ terutama kaki.

Merawat kaki diabetik

Saat kaki luka, penyembuhannya bisa memakan waktu cukup lama. Jika tak kunjung sembuh, pada beberapa kasus, penderita diabetes harus kehilangan kaki dengan cara diamputasi. Kaki menjadi anggota tubuh yang sering kurang diperhatikan. Padahal kaki merupakan organ tubuh utama untuk menopang kegiatan sehari-hari. Sayangnya, terkadang kita tidak merasakan bila kaki kita terluka.

Apabila kaki terluka dan disertai komplikasi pembuluh darah, maka akan memperburuk aliran darah ke kaki. Hal inilah yang menyebabkan luka sukar sembuh.  Jadi, untuk mencegah terjadinya masalah pada kaki adalah mencegah terjadinya luka. Dimulai dari pengelolaan diabetes sebaik mungkin sehingga komplikasi kronis dapat dicegah, termasuk kaki diabetes. Bukan sekadar melindungi telapak kaki dari kemungkinan menginjak benda tajam, alas kaki juga harus bisa mencegah luka yang terjadi akibat tekanan dari kaki itu sendiri.

Pada dasarnya, masalah pertama yang akan timbul adalah kerusakan saraf di tangan dan kaki. Saraf yang rusak telah membuat penyandang diabetes tidak dapat merasakan sensasi sakit, panas, atau dingin. Luka pada kaki bisa menjadi buruk karena penyandang diabetes tidak menyadari adanya luka tersebut. Hilangnya sensasi rasa ini disebabkan kerusakan saraf yang disebut sebagai neuropati diabetik. Semuanya itu terjadi tidak terlepas dari tingginya kadar glukosa darah penyandang pada penyandang diabetes. Kadar gula darah yang tidak ditangani dengan baik dan berlangsung dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan masalah pada kaki penyandang diabetes, yakni kerusakan saraf.

Merawat kaki diabetik

Demikian info tentang merawat kaki diabetik, semoga bermanfaat untuk Anda.

Silahkan komen disini