Nyeri Leher

nyeri leher

Nyeri leherNyeri yang dirasakan di leher dan di sekitarnya. Sekitar dua pertiga populasi pernah mengalami nyeri leher pada saat bertentu di kehidupan mereka. Paling sering dialami oleh wanita dan usia pertengahan.

Penyebab

Penyebab nyeri leher multifactor, seperti postur atau posisi tubuh yang kurang ergonomis, cemas, depresi, otot di leher tegang. Aktivitas olahraga, atau pekerjaan.

Cedera tulang leher adalah penyebab terpenting nyeri leher. Cedera tulang leher tak tampak berupa celah atau retakan lempeng sendi berpotensi menyebabkan munculnya gejala nyeri sendi, namun hal ini sangat sulit dikenali.

Kelainan bawaan tulang leher/tengkuk, seperti hemivertebrata atau bergabungnya tulang belakang, impresi basiler, dan ketidakstabilan sendi atlantoaksial, juga merupakan penyebab nyeri leher.

Gejala & Tanda

Penderita merasakan nyeri, sakit, atau kaku di leher dan sekitarnya. Terkadang leher sulit digerakkan atau merasa sakit saat menoleh ke kanan atau ke kiri. Nyeri ini terkadang menyebar ke bahu dan lengan.

Nyeri leher

Pemeriksaan Penujang

Penderita dengan ketidaknormalan persarafan perlu diperiksa MRI di tulang servikal pada stadium awal, terutama sekali jika terdapat mielopati progresit atau nyeri membandel.

Terapi / Solusi

Berbagai pendekatan yang efektif antara lain berolahraga, terapi manual (mobilisasi atau maniulasi), atau kombinasi keduanya. Edukasi penderita (dengan membuat brosur atau pamphlet edukatif) dan terapi panas terbukti tidak efektif.

Pendekata lain mungkin dipakai dokter, seperti penggunaan bupivakain atau injeksi kortikosteroid di persendian. Sayangnya respon penderita terhadap tindakan ini bervariasi dan sering kali hanya dirasakan sesaat.

Pencegahan

  1. Perhatikan posisi duduk, mengetik, mengemudi, dsb. Bila tidak dilakukan secara ergonomis, maka berpotensi terjdai nyeri leher.
  2. Hindari kecelakann kendaraan bermotor yang menyebabkan leher cedera, misalnya dengan memakai sabuk pengaman, helm, mematuhi peraturan lalu lintas, dsb.
  3. Gunakan bantal yang empuk dan lembut.
  4. Bantal yang empuk akan menyebarkan beban diseluruh permukaan leher dan kepala. Selain menghindari tertekuknya leher, bantal yang empuk juga membuat peredaran darah menjadi lebih lancar.
  5. Pada saat akan tidur sebaiknya posisikan tubuh miring dengan menjaga agar tulang punggung, leher dan kepala tetap berada dalam garis lurus. Posisi kepala tidak terlalu tinggi maupun terlalu rendah. Baca juga rtikel ini ya : Demensia dan demensian alzheimer

Tahukah Anda?

Nyeri leher dapat dijumpai di beragam penyakit, misalnya : cervical spondylosis, spinal disease, spinal epidural hermatomas, dsb.

Nyeri leher

Itulah artikel tentang nyeri leher, semoga bermanfaat untuk Anda.

Silahkan komen disini