Sindrom Alice on Wonderland

sindrom alice on wonderland - www.biosprayid.com

sindrom alice on wonderland

Sindrom alice on wonderlandSuatu kesatuan gejala yang melibatkan perubahan persepsi, seperti penyimpangan kesan tubuh (distortion of body image), perubahan bentuk (metamorphopsia) objek atau oaring yang tampak lebih kecil (micropsia) atau lebih besar (macropsia) dari normal, perasaan perjalanan waktu (sense of passage of time), dan membesarnya lingkungan (zooming of the environment).

Penyimpangan kesan atau gambaran tubuh yang disadar penderitanya.

Epidemiologi

AIWS dapat diderita oleh segala usia, 7% penderita berusia 20 tahun dan 10% penderita berusia 10 tahun. Prevalensi dan insiden di setiap Negara berbeda-beda. Angka kejadian di Indonesia belum diketahui.

Penyebab

Gangguan AIWS berkaitan erat dengan migraine pada anak (pediatric migraine), kejang parsial kompleks, epilepsy, mononucleosis infeksiosa, vaskulitis serebal, psikosis dan infeksi Epstein-Barrvirus (penyebab umum mononucleosis infeksiosa), varicella, Coxsackievirus B1.  Dilaporkan 1-10% kasus AIWS disertai komplikasi neurologis akibat infeksi Epstein-Barr virus. Insiden keterlibatan system saraf pusat pada kasus mononucleosis infeksiosa bervariasi antaraa 0.7-20%.

Baca juga  Organik dari Luar

Gejala & Tanda

AIWS merupakan kesatuan klinis yang bercirikan penyimpangan kesan tubuh (body-image distortion) dan gangguan persepsi jarak, ukuran, bentuk, dan tuang di antara objek. Dapat juga terjadi fenomena micro/macrosomatognosia, yaitu berubahnya persepsi citra tubuh. AIWS bisa terjadi selama infeksi virus spesifik, berhubungan dengan episode migraine atau sebagai gejala penyalahgunaan obat-obat/substansi halusinogenik (LSD, agonis serotonin kuat, GABA). Migraine yang diiringi sensasi perubahan bentuk badan (somesthetic migrainous auras) juga dialami penderita AIWS.

Sindrom alice on wonderland

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan sesuai indikasi seperti pemeriksaan neurologis, oftalmologis, evaluasi psikiatris. Pemeriksaan laboratorium meliputi pemeriksaan darah lengkap, tes Widal, enzim hati, urea dan kreatinin. EEG bermanfaat untuk membedakan AIWS, migraine, dan epilepsy. Pemindaian SPECT otak atau minimal CT scan otak. MRI dilakukan bila perlu. Untuk keperluan riset, dilakukan pemeriksaan SEP, VEP, BAEP, SSEP, dan TMS sebanyak lima kali, yaitu sebelum mulai terapi hari ke-15, 30, 60 dan 90 setelah terapi.

Baca juga  Mengenal Diabetes Melitus Dalam Keluarga Sejak Dini

Terapi/Solusi

Tujuan penatalaksanaan AIWS jangka panjang meliputi :

  1. Perbaikan kualitas hidup dan edukasi penderita.
  2. Mengurangi frekuensi, keparahan, durasi, ketidakberfungsian atau cacat (disability) organ tubuh atau pancaindera akibat nyeri kepala atau gejala lain.
  3. Mengurangi farmakoterapi.
  4. Mengurangi gejala psikologis dan distress yang berkaitan erat dengan nyeri kepala atau gejala lain.
  5. Menghindari peningkatan medikasi nyari kepala akut.

Pencegahan

Obat-obat antiepilepsi (valproate, topiramat, gabapentin) dapat dapat mencegah penyebaran CSD dengan mengurangi hipereksitabilitas neuron kortikal. Beberapa obat preventif konvensional seperti amitriptilin dan propranolol dipakai juga untuk mencegah AIWS. Baca juga : Penyakit Canavan

Baca juga  Pola Makan dan Pola Hidup Penderita Diabetes

Tahukah Anda?

Umumnya anak dan remaja dengan AIWS dalam kondisi sehat. Pada sebagian besar penderita, berbagai gejala akan berhenti atau menghilang setelah beberapa minggu. Hanya sedikit yang gejalanya berulang atau muncul sesaat setelah 1-3 tahun.

Sindrom alice on wonderland

Demikian informasi tentang sindrom alice on wonderland, semoga bermanfaat untuk Anda.

Silahkan komen disini