Tardive Dyskinesia

Tardive Dyskinesia

Tardive dyskinesiaKumpulan gangguan pergerakan secara berlebihan yang tidak disadari akibat pemaikaan obat tertentu.

Epidemiologi

Sekitar 50% penderita yang diberi obat penghambat reseptor dopamine akan mengalami tardive dyskinesia (TD). Pravelansi sekitar 20% dari penderita yang mengonsumsi neuroleptik tipikal. Studi lain menunjukkan pravelansi lebih tinggi pada anak yang dirawat dengan antipsikotik konvensional daripada yang diberi antipsikotik atipikal.

Riset pada 50% populasi anak dan remaja psikotik yang mondok di RS dan mendapatkan terapi neuroleptic menunjukan bahwa gangguan pergerakan ekstrapiramidal muncul selama terapi obat/putus obat.

Penyebab

Penyebab penyakit belum sepenuhnya diketahui. Penyebab yang paling mungkin adalah hipersensitivitas reseptor dopamin yang ditimbulkan oleh penggunaan obat-obat golongan neuroleptik, seperti fenotiazin, pimozide, butirofenon. Obat-obat ini biasa diresepkan dokter untuk skizofrenia, gangguan skizoafektif, atau gangguan bipolar.

Tardive dyskinesia

Gejala & Tanda

Gejala klasik TD adalah gerakan mulut, lidah, dan wajah bawah yang berulang, menirukan (stereotipikal), misalnya mengunyah. Yang khas pada TD adalah gangguan pergerakan otot-otot wajah dan bibir (orofacial dyskinesia), biasanya dimulai dengan pergerakan lidah yang lambat, ringan, diikuti gerakan bibir dan lidah yang berlebihan.

Terapi/Solusi

  1. Gerakan bibir-mulut dapat dikurangi/ditekan dengan cara menyelipkan gigi palsu di mulut atau menempatkan jari di bibir.
  2. Tokoferol dapat meringankan gejala TD. Untuk gejala yang ringan, dapat ditasi dengan benzodiazepine atau baclofen. Bila berat, maka diatasi dengan catecholamine-depleting drug, terutama tetrabenazine.
  3. Bila gangguan menetap, maka dokter akan memberikan tetrabenazine dosis tunggal atau dikombinasikan dengan litium. Berbagai obat lainnya juga dapat diresepkan, seperti reserpine, klonidin, dan klozapin.
  4. Bila memungkinkan, minimlakan durasi penggunaan neuroleptic. Gunakan klozapin atau olanzapine sebagai pengganti antagonis D2 karena neuroleptik antagonis D2 pencetus TD.

Pencegahan

  1. Dokter perlu waspada dan bijaksana sebelum meresepkan obat golongan neuroleptic atau antipsikotik.
  2. Lebih baikk dokter memberikan obat golongan antipsikotik atipikal daripada tipikal, terutama pada penderita yang berisiko tinggi menderita TD atau sensitive terhadap obat golongan ini. Atipsikotik atipikal lebih disukai daripada neuroleptic tipikal karena rendahnya risiko TD bila digunakan dalam jangka panjang.
  3. Bila memungkinkan, maka obatgolongan neuroleptic haruslah dihentikan segera atau dipersingkat durasi pemberiannya.
  4. Bila perlu, obat atipsikotik atipikal sebaiknya diganti obat lainnya.

Tahukah Anda?

Ada berbagai tipe TD, misalnya : tardive akathisia, tardive dystonia, tardive myoclonus, tardive parkinsonism, tardive taorettism, tardive tremor, dan blepharospasm.

Tardive dyskinesia

Baiklah, terimakasih anda sudah membaca artikel dengan judul tardive dyskinesia semoga bermanfaat.

Silahkan komen disini