Tindihan

Tindihan

Tindihan adalah suatu keadaan / kondisi saat seseorang merasa sesak napas seperti dicekik, dada terasa sesak, badan sulit bergerak, tidak dapat menggerakkan anggota gerak dan tubuh meskipun sadar, sulit berteriak saat akan tidur atau bangun tidur. Biasanya disertai halusianasi, seperti melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur. Singkatnya, tindihan adalah ketidakmampuan untuk melakukan gerakan yang disadari baik saat tidur (hipnagogik) atau saat terbangun dari tidur di malam / pagi hari (hipnopompik).

Epidemiologi

Tindihan tak dapat dilepaskan dari gangguan tidur, mimpi buruk, dan narkolepsi. Gangguan tidur bukan hanya dialami oleh dewasa, melainkan juga pada 10-40 % remaja. Sekitar 50-90% dari populasi umum pernah mengalami mimpi buruk. Mimpi buruk sering dialami pula oleh penderita tindihan. Sekitar 0,16% remaja menderita narkolepsi. Adapun prevalensi tindihan sebesar 5-62%.

Penyebab

Tindihan sering kali disebabkan atau dipicu oleh pola tidur yang tidak teratur,kurang tidur, perubahan waktu, kondisi tubuh yang terlalu lelah, dan stress. Beberapa factor risiko yang berpengaruh pada terjadinya tindihan antara lain : jenis kelamin pria, kesehatan mental yang buruk, konsumsi minuman beralkohol, tidur seharian penuh, tidur awal atau terlambat, sulit memulai tidur, berbagai factor perkembangan, perubahan lingkungan dan sosiokultural yang berkaitan dengan gaya hidup.

Tindihan

Gejala & Tanda

Tindihan ditandai dengan tidak mampu menggerakkan tubuh dan anggota badan saat tidur atau saat terbangun, disertai episode kelumpuhan otot rangka sebagian atau seluruhnya, dapat juga berhubungan dengan halusinasi hipnagogik, yaitu suatu kondisi saat seseorang setengah sadar menjelang tidur. Terkadang penderita jugaa tak dapat menggerakkan anggota gerak dan tubuhnya meskipun sadar dan disertai cemas. Kondisi  ini dapat dialami oleh siapapun.

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan neurologis dalam batas normal. Data neurofisiologikal (dengan analisis EEG spectral yang diperkuat dengan analisis korelasi silang) menguatkan pemikiran bahwa penderita berada di kondisi intermediate otak di antara terbangun / terjaga dan tidur REM selama paralis.

Terapi/Solusi

Untuk obat/ medikamentosa, dalam jangka pendek diberi pil tidur golongan sedative-hipnotik, misalnya benzodiazepine). Terapi linipertama tindihan adalah sodium oxybate (gama-hydroxybutyrate, GHB) dengan dosis 4.500-9.000 mg diberikan di malam hari.

Tahukah Anda?

Tindihan merupakan factor tubuh normal yang menyebabkan kita “lumpuh” saat tidur. Mekanisme ini mencegah kita melukai atau mencederai diri kita sendiri selama mimpi. Meskipun demikian, jika kondisis ini terus menyertai kita sampai bangun, maka menjadi suatu gangguan. Orang yang mengalami gangguan tidur berkepanjangan memiliki 2,5 kali risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kecelakaan mobil dibandingkan mereka yang tidurnya cukup.

Tindihan

Baiklah, terimakasih anda sudah membaca artikel dengan judul tindihan semoga bermanfaat.

Silahkan komen disini