Bagaimana Proses Terjadinya Kaki Diabetik

Bagaimana Proses Terjadinya Kaki Diabetik

Bagaimana Proses Terjadinya Kaki Diabetik - www.biosprayid.com

Bagaimana Proses Terjadinya Kaki Diabetik

Bagaimana proses terjadinya kaki diabetik. Pada penderita diabetes, gula darah yang meningkat dalam jangka waktu lama akan menyebabkan kelainan sistem saraf yang disebut neuropati diabetik dan kelainan  pembuluh darah. Neuropati terdiri atas neuropati sensorik (rasa), motorik (gangguan otot), dan autonomik.

Keadaan-keadaan ini mengakibatkan rasa terhadap rangsang sakit menurun, perubahan kekuatan motorik sehingga timbul perubahan tekanan pada telapak kaki. Keringat juga akan berkurang (neuropati autonomik) sehingga kulit menjadi kering. Kesemuanya itu memudahkan timbulnya luka.

Selain itu, kaki juga akan rentan terhadap infeksi, mudah terjadi infeksi, dan bahkan infeksi akan mudah meluas. Kelainan pembuluh darah  (penyempitan). Menyebabkan adanya bagian kaki yang suplai darahnya berkurang (iskemia) sehingga kelainan-kelainan tersebut di atas lebih sukar dikelola dan susah sembuh.

Ada 3 alasan mengapa orang diabetes lebih berisiko mengalami masalah kaki. Pertama, berkurangnya sensasi rasa nyeri setempat (neuropati) membuat pasien tidak menyadari, dan bahkan sering mengabaikan, luka yang terjadi karena tidak dirasakannya. Luka yang timbul secara spontan sering disebabkan karena trauma, misalnya kemasukan pasir, tertusuk duri, lecet akibat pemakaian sepatu/sandal yang sempit, atau bahan yang keras. Mulanya hanya kecil, tapi kemudian meluas dalam waktu yang tidak begitu lama. Luka akan menjadi borok dan menimbulkan bau yang disebut gas gangren.  Apabila tidak dilakukan perawatan segera akan mengakibatkan infeksi tulang (osteomylitis). Upaya yang dilakukan untuk mencegah perluasan infeksi terpaksa harus dilakukan amputasi (pemotongan tulang).

Kedua, sirkulasi darah dan tungkai yang menurun dan kerusakan endotel pembuluh darah. Manifestasi angiopati pada pembuluh darah penderita DM antara lain berupa penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah perifer (yang utama). Sering terjadi pada tungkai bawah (terutama kaki). Akibatnya, perfusi jaringan bagian distal dari tungkai menjadi kurang baik dan timbul ulkus yang kemudian dapat berkembang menjadi nekrosi/gangren yang sangat sulit diatasi dan tidak jarang memerlukan tindakan amputasi.

Bagaimana proses terjadinya kaki diabetik

Gangguan mikrosirkulasi akan menyebabkan berkurangnya aliran darah dan  hantaran oksigen pada serabut saraf yang kemudian menyebabkan degenarasi dari serabut saraf. Keadaan ini akan mengakibatkan neuropati. Di samping itu, dari kasus ulkus/gangren diabetes, kaki DM 50% akan mengalami infeksi akibat munculnya lingkungan gula darah yang subur untuk berkembangnya bakteri patogen. Karena kekurangan suplai oksigen, bakteri-bakteri yang akan tumbuh subur terutama bakteri anaerob. Hal ini karena plasma darah penderita diabetes yang tidak terkontrol baik mempunyai kekentalan (viskositas) yang tinggi sehingga aliran darah menjadi melambat. Akibatnya, nutrisi dan oksigen jaringan tidak cukup. Ini menyebabkan luka sukar sembuh dan kuman anaerob berkembang biak.

Ketiga, berkurangnya daya tahan tubuh terhadap infeksi. Secara umum, penderita diabetes lebih rentan terhadap infeksi. Hal ini dikarenakan kemampuan sel darah putih yang ‘memakan’ dan membunuh kuman berkurang pada kondisi kadar gula darah (KGD) di atas 200 mg. Kemampuan ini akan pulih kembali bila KGD menjadi normal dan terkontrol dengan baik. Infeksi ini harus dianggap serius karena penyebaran kuman akan menambah persoalan baru pada borok. Kuman pada borok akan berkembang cepat ke seluruh tubuh melalui aliran darah yang bisa berakibat fatal, ini yang disebut sepsis (kondisi gawat darurat.

Bagaimana proses terjadinya kaki diabetik

Demikian bagaimana proses terjadinya kaki diabetik, semoga bermanfaat untuk Anda.

Silahkan komen disini