Demensia dan Demensia Alzheimer

Demensia dan Demensian Alzheimer

Demensia dan Demensia Alzheimer - www.biosprayid.com

Demensia dan Demensia Alzheimer

Demensia dan demensian alzheimerDemensia adalah kumpulan sindrom karena penyakit otak, biasanya kronis (menahun) atau progresif (bertahap, perlahan-lahan) di aman ada kerusakan fungsi kortikal lebih tinggi yang multiple, termasuk memori, berpikir, orientasi, pemahaman, perhitungan, kapasitas belajar, bahasa dan pertimbangan. Kesadaran tidak terpengaruh. Gangguan kognitif ini umumnya disertai dan terkadang didahului oleh penurunan kendali emosi, perilaku social atau motivasi.

Epidemiologi

Prevalensi demensia di Indonesia dari 220 juta penduduk, akan ditemukan sekitar 2,2 juta penderita. Di Asia-Pasifik, penderita demensia meningkat dari 13,7 juta orang di tahun 2005 menjadi 64,6 juta orang di tahun 2050.

DA menjadi  penyebab kematian keempat pada kelompok usia lanjut di Negara maju. Diperkirakan 25 juta penduduk dunia menderita DA. Angka ini diperkirakan meningkat menjdai 63 juta pada tahun 2030 dan 114 juta pada tahun 2050.

Demensia dan demensian alzheimer

Penyebab

Penyebab umum demensia meliputi :

  1. Penyakit degenerative seperti penyakit, Alzheimer, Parkinson, Huntington
  2. Vascular seperti demensia multi-infark, demensia amyloid, vaskulitis
  3. Trauma / cedera
  4. Inflamasi dan infeksi, seperti demensia HIV, meningitis kronis, sifilis
  5. Neoplasia, seperti tumor otak primer

Penyebab pasti DA belum diketahui, namun ada beberapa hipotesis yang mengungkapkan penyebabnya adalah berkurangnya aktivitas asetilkolin transferase di otak bagian neokorteks, korteks serebal, dan hipokampus sehingga menyebabkan atrofi (mengecilnya) jaringan otak

Gejala & Tanda

Stadium DA ada tiga, yaitu :

  1. Stadium I (ringan) : gangguan memori untuk hal baru, gangguan aktivitas harian yang kompleks, perubahan perilaku
  2. Stadium II (sedang) : tak mengenal lagi keluarga dan teman dekat, senang keluyuran sampai tersesat, delusi, insomnia, perubahan kepribadian, cemas, bingung, tak dapat meyelesaikan kegiatan harian (mandi, berpakaian, dsb)
  3. Stadium II (berat) : tak dapat mengenali keluarga terdekat, tak dapat mengingat info baru, tak dapat mengerti kata /mengikuti pembicaraan, masih bereaksi pada music, kesulitan saat makan/mnelan.

Terapi / Solusi

Farmakoterapi yang digunakan adalah obat golongan inhibitor asetilkolinesterease, seperti donezepil, galantamine, memantine, rivastigmine.

Apabila demensia atau DA disertai gangguan psikiatri-perilaku, misalnya :

  1. Dokter akan mempertimbangkan pemberian anti depresan golongan SSRI sebagai pilihan utama, misalnya sertraline atau fluoxetine. Pilihan lainnya adalah sitalopram, esitalopram, venlafaaksin, dulosetin
  2. Delusi, halusinasi, agitasi. Dokter akan mepertimbangkan pemberian neuroleptic atipikal (contoh : risperidon, quetiapin, olanzapine) atau neuroleptic tipikal (contoh : haloperidol)
  3. Dokter akan mempertimbangkan pemberian trazodon atau zolpidem

Pencegahan

Jalankan semboyan BAHAGIA ala Boedhi Darmojo, yaitu : beart badan berlebihan dihindari : aturlah makanan sehingga seimbang dan beraneka ragam : hindari factor risiko penyakit yang bermanfaat : gerak badan

Demensia dan demensian alzheimer

Demikian informasi tentang demensia dan demensian alzheimer, semoga bermanfaat untuk Anda

Silahkan komen disini