Diabetes Sang Silent Killer

Diabetes Sang Silent Killer - www.biosprayid.com

Diabetes Sang Silent Killer

Diabetes sang silent killerUmumnya, penderita diabetes mengetahui dirinya mengidap diabetes setelah terjadi komplikasi. Padahal sebenarnya komplikasi inilah yang mematikan, bukan diabetesnya. Diabetes itu seperti rayap; bekerja secara diam-diam dalam merusak organ di dalam tubuh. Oleh karena itu, diabetes sering disebut sebagai “silent killer”. Ancaman komplikasi DM terus membayangi kehidupan masyarakat. Sekitar 12-20 % penduduk dunia diperkirakan mengidap penyakit ini dan setiap 10 detik orang di dunia meninggal akibat komplikasi yang ditimbulkan.

Komplikasi diabetes terjadi pada semua organ dalam tubuh yang dialiri pembuluh darah kecil dan besar, dengan penyebab kematian 50% akibat penyakit jantung koroner dan 30% akibat gagal ginjal. Selain kematian, DM juga menyebabkan kecacatan. Sebanyak 30% penderita DM mengalami kebutaan akibat komplikasi retinopati dan 10% di antaranya harus menjalani amputasi tungkai kaki. Bahkan DM membunuh lebih banyak orang dibandingkan dengan HIV/AIDS. Pada prinsipnya, komplikasi tidak terjadi begitu saja namun melalui proses dan tahapan yang panjang serta dalam kurun waktu yang lama. Walaupun demikian, komplikasi ini bisa dicegah jika penderita mau melakukan terapi dan perubahan pola makan.

Diabetes Sang Silent Killer - www.biosprayid.com

Gejala diabetes seperti banyak makan (polifagi), banyak minum (polidipsi), dan kencing lancar (poliuri) tidak menakutkan dan mendorong orang ingin pergi ke dokter.  Sebaliknya, jika tidak mau makan dan sudah kencing, baru orang terdorong untuk pergi ke dokter. Akibatnya, diabetes merusak organ tubuh secara diam-diam tanpa disadari.

Nah, ngomong-ngomong tentang diabetes, tenyata ada 3 tipe diabetes dengan gejala-gejala yang cukup berbeda. Utuk diabetes tipe 1 dan diabetes secara umum, gejala-gejalanya seperti sering buang air kecil, sering merasa hasu danlapar, dan penurunan berat badan. Untuk diabetes tipe 2, dapat terjadi tanapa gejala sebelum ada hasil diagnosis. Jadi, sangat penting untuk mengenali resiko-resiko dan faktor-faktor potensial penyebabnya, seperti riwayat diabetes sari keluarga, usia, ras, tingginya BMI (Body Max Index), dan kurangnya aktivitas fisik.

Menurut data WHO, Indonesia menempati uruan ke 4 terbesar dalam jumlah penderita Diabetes Melitus di dunia. Pada tahun 2000 yang lalu saja, terdapat sekitar 5,6 juta penduduk Indonesia mengidap diabetes.

Demikian informsi tentang diabetes sang silent killer, semoga bermanfaat untuk Anda.

Silahkan komen disini