Koma hiperglikemik (koma diabetik)

Koma hiperglikemik (koma diabetik) - www.biosprayid.com

Koma hiperglikemik (koma diabetik)

Koma hiperglikemik (koma diabetik). Kadar gula darah yang sangat tinggi disebut hiperglikemi. Hal tersebut bisa dilihat dari hasil cek gula darah yaitu di atas 200 mg/dl. Keadaan hiperglikemik bisa menyebabkan koma pada penderitanya. Koma adalah istilah medis yang menerangkan bahwa kondisi seseorang kritis dan tidak sadarkan diri. Tubuhnya masih hidup dan jantung, paru-paru, serta ginjal masih bekerja. Namun, dia tidak sadar dan tidak bisa berbuat apa-apa. Koma karena hiperglikemi disebut juga koma hiperglikemik atau koma ketoasidotik, yang bisa berlangsung sehari hingga beberapa hari. Ada bermacam-macam koma hiperglikemik, tetapi yang paling sering terjadi adalah koma diabetik atau koma ketoasidotik. Penyebab hiperglikemik antara lain karena kurangnya dosis insulin atau obat. Asupan makanan yang terlalu banyak dilanjutkan dengan lupa mengonsumsi obat atau insulin juga dapat mengakibatkan kondisi hiperglikemi.

Biasanya, gejala yang terjadi sebelum koma adalah keluhan khas diabetes yang bertambah hebat, yaitu semakin cepat haus, semakin banyak minum, dan badan semakin lemah serta dari napas akan tercium bau khas aseton sebagai tanda keracunan aseton. Aseton sendiri adalah produk sisa metabolisms protein dan lemak dalam tubuh yang ‘terpaksa’ digunakan karena karbohidrat dalam tubuh sudah habis.

Selain itu, penderita juga akan mengalami mual, gelisah, dan kram otot. Jika tidak cepat diobati dan gula darah cepat diatur, maka penyakit ini bisa menjadi lebih berat lagi dan terjadilah penurunan kesadaran atau koma. Koma semacam ini dapat terjadi baik pada diabetes tips-2 maupun pada diabetes tipe-1.

Koma hiperglikemik (koma diabetik) - www.biosprayid.com

Pada diabetes tipe-1, koma tidak harus didahului oleh infeksi. Koma dapat segera terjadi begitu penderita tidak mendapat suntikan insulin, atau sudah diberi tapi terlambat atau dosisnya kurang dari yang seharusnya. Itulah sebabnya diabetes tipe-1 harus selalu mendapatkan insulin tepat waktu dan tepat dosis. Tidak jarang, orang baru ketahuan menderita diabetes tipe-1 setelah mengalami koma hiperglikemik.

Definisi

Ketoasidosis Diabetik merupakan kedaruratan pada penderita diabetes melitus yang ditandai dengan adanya hiperglikemi, ketonemia dan asidemia. Istilah Koma Hiperosmolar Non Ketotik diganti dengan istilah Keadaan Hiperosmolar Hiperglikemik karena beberapa alasan, antara lain :

  1. Penurunan kesadaran kadang-kadang tidak sampai menjadi koma
  2. Keadaan Hiperosmolar Hiperglikemik dapat pula disertai dengan ketosis ringan yang dapat dideteksi dengan metode nitroprusside.

Beratnya keadaan hiperglikemi pada Ketoasidosis Diabetik bervariasi dan tidak menentukan beratnya ketoasidosis. Perubahan status mental / kesadaran lebih banyak ditentukan oleh osmolalitas serum.

Begitulah informasi tentang koma hiperglikemik (koma diabetik), semoga bermanfaat untuk Anda.

Silahkan komen disini