Komplikasi ginjal Penderita Diabetes

komplikasi ginjal penderita diabetes - www.biosprayid.com

Komplikasi ginjal Penderita Diabetes

Komplikasi ginjal penderita diabetes. Dalam proses metabolisms di dalam tubuh, terjadi pengolahan bahan baku menjadi zat yang dibutuhkan tubuh. Sebagai akibatnya, proses ini juga menghasilkan zat-zat sisa atau zat metabolik yang beredar di dalam darah yang harus dikeluarkan dari tubuh. Semua itu dilakukan oleh sepasang ginjal dalam tubuh kita. Tugas ginjal  adalah membersihkan darah dari zat-zat berlebihan lainnya dengan cara membuang semua itu bersama urine.

Untuk melaksanakan fungsi ini, ginjal dilengkapi kumparan-kumparan pembuluh darah halus yang disebut glomerulus, serupa dengan filter kecil. Jika ginjal sebagai filter mengalami gangguan dan tidak berfungsi dengan baik, maka zat-zat sisa tadi tidak dapat dikeluarkan dengan sempurna sehingga akan menumpuk dan meracuni tubuh.

Nefropati Diabetik

Komplikasi ginjal Penderita Diabetes - www.biosprayid.com

Sejumlah besar glukosa dalam urine membuat ginjal berisiko terkena infeksi yang dapat menyebar dari kandung kemih (sistitis atau pielonefritis) ke ginjal (nefropati). Nefropati diabetik disebabkan oleh kelainan pembuluh darah halus pada glomerulus ginjal. Pada keadaan normal, protein yang terkandung di dalam darah tidak akan bisa menembus ginjal. Namun, jika sel di dalam ginjal rusak, beberapa molekul protein yaitu albumin, bisa melewati dinding pembuluh darah halus dan masuk ke saluran urine.

Pertanda adanya kelainan nefropati adalah terdapatnya albumin di dalam urine. Awalnya hanya albumin yang halus (mikro-albumin), namun sejalan dengan memberatnya komplikasi akan dijumpai makro-albumin (atau bisa disebut albumin saja) di dalam urine.

Selain memeriksa albumin dalam urine, biasanya dokter juga akan memeriksa beberapa pertanda kelainan ginjal lain seperti kadar ureum dan kretatinin darah untuk melihat tingkat gangguan kerja ginjal. Seorang pasien dinyatakan mengalami nefropati diabetik jika pada dua dari tiga kali pemeriksaan dalam kurun waktu 3,6 bulan ditemukan mikroalbumin > 30 mg. Dengan catatan, tidak ditemukan penyebab albumiuria (albumin di dalam urine) lain.

Jika tidak segera diatasi, nefropati diabetik bisa menyebabkan gagal ginjal. Mulanya gangguan ringan saja, tetapi pada akhirnya bisa jadi sangat berat. Satu-satunya jalan untuk mengatasi keadaan tersebut adalah dengan cangkok ginjal (transplantasi ginjal). Sebelum transplantasi ginjal dapat dilakukan, upaya sementara adalah dengan melakukan cuci darah atau haemodialisis. Jadi, cuci darah merupakan tindakan sambil menunggu kesempatan cangkok ginjal.

cuci darah dilakukan dengan mengalirkan darah melewati suatu mesin yang mempunyai filter khusus (penyaring) di mana zat-zat racun yang terdapat di dalam darah akan tersaring dan dikeluarkan dari tubuh. Mesin itu seolah-olah menggantikan kerja ginjal sehingga disebut ginjal buatan.

Begitulah informasi tentang komplikasi ginjal penderita diabetes, semoga bermanfaat untuk Anda.

Silahkan komen disini