Komplikasi Saraf Penderita Diabetes

Komplikasi Saraf Penderita Diabetes - www.biosprayid.com

Komplikasi Saraf Penderita Diabetes

Komplikasi saraf penderita diabetes. Sistem saraf bisa diibaratkan sebagai sebuah Sistem kelistrikan yang berpusat di otak, sumsum tulang belakang (terselip di dalam ruas-ruas tulang belakang), dan kabel-kabel saraf di seluruh tubuh. Kabel saraf ini mirip kabel listrik. Kalau kita ingin menyalakan televisi, ia harus mendapatkan sumber listrik terlebih dahulu melalui kabel yang dihubungkan ke sumber listrik. Demikian pula dengan otot. Agar bisa berkreativitas, otot harus mendapatkan sumber listrik, yang didapat melalui “kabel saraf. Saat otak memerintahkannya bergerak, otot pun akan bergerak.

Sistem saraf juga bisa terkena dampak dari penyakit diabetes. Komplikasi pada susunan saraf biasanya disebut neuropati. Neuropati dapat terjadi pada saraf dari beberapa organ berikut:

  1. Neuropati pada tungkai dan kaki

Komplikasi Saraf Penderita Diabetes - www.biosprayid.com

Gejala neuropati ini paling terasa pada tungkai bawah dan kaki sebelah kiri dan  kanan. Yang paling sering dirasakan adalah kesemutan. Pada stadium lebih lanjut, dapat terjadi baal (kebas/mati rasa). Terkadang dapat juga terasa panas (seperti kena cabai). Pada sebagian orang, neuropati dapat menyebabkan nyeri, berdenyut terus-menerus (neuralgi). Jika kondisinya sudah demikian, maka biasanya tidur pun akan terganggu.

  1. Neuropati pada saluran pencernaan

Neuropati pada saluran cerna dapat menyebabkan diare. Diare ini biasanya terjadi pada malam hari sehingga disebut juga nocturnal diarrhe atau diare malam hari. Neuropati pada saluran cerna juga dapat menyebabkan konstipasi (sulit buang air besar).

  1. Neuropati kandung kencing

Neuropati pada kandung kencing dapat menyebabkan kencing tidak lancar. Keluhan ini makin berat jika disertai infeksi di saluran tersebut.

Komplikasi pada susunan saraf disebut dengan neuropati. Sekitar separuh dari penderita diabetes beresiko mengalami komplikasi ini. Kondisi ini merupakan persoalan besar karena pada tahun 2020 diperkirakan jumlah pasien diabetes akan meningkat dua sampai tiga kali lipat.

Menurut dr.Manfaluthy Hakim, Sp.S(K), ada beberapa gejala neuropati yang perlu diwaspadai, antara lain rasa kesemutan, baal, dan rasa panas.

“Rasa baal sering tidak disadari, tahu-tahu kakinya tertusuk paku tidak terasa apa-apa,” kata dokter yang menjadi konsultan neurologis dari Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Jika tidak cepat diatasi, luka parah pada kaki bisa menyebabkan infeksi, borok parah, dan bisa terancam diamputasi.

Itulah informasi tentang komplikasi saraf penderita diabetes, semoga bermanfaat untuk Anda.

Silahkan komen disini