myasthenia gravis

Myasthenia Gravis

myasthenia gravis - www.biosprayid.com

myasthenia gravis

Myasthenia gravis. Angka kejadian myasthenia gravis (MG) di AS diperkirakan mencapai 20 orang per 100 ribu populasi, atau antara 53 ribu hingga 60 ribu kasus. Angka pastinya nisa jadi lebih tinggi karena masih banyak yang belum terdiagnosis.

Penyebab

Paling sering disebabkan oleh ketidaknormalan imunologis bawaan dimana antibody langsung menyerang reseptor asetilkolin nikotinik di sambungan neuromuscular.

Penyebab lain yang jarang adalah ketidaknormalan genetika di sambungan neuromuscular, pemberian terapi (dengan penisilamin, alfa-interferon), transplantasi sumsum tulang, kanker paru-paru (jenis small cell carcinoma of the lung).

Gejala & Tanda

Merasa lelah atau kelopak mata tertutup atau suara serak terutama pada siang atau sore hari, namun merasa segar atau hilang semua keluhan pada pagi hari atau setelah bangun tidur.

Myasthenia gravis

Pemeriksaan Penunjang

Tes klinis untuk memastikan diagnosis MG adalah edrophonium. Serum yang dapat dilakukan adalah anti-AChr, anti MuSK, anti-striational protein. Tes elektrodiagnostik khusus untuk MG adalah stimulasi repetitive saraf prefier dan single-fiber electromyography.

Teknologi terkini untuk memastikan diagnosis MG adalah berbasis proteome-wide search untuk menemukan potential serum protein diagnostic marker khusus MG. alat yang digunakan adalah SELDI-TOF-MS. Baca juga artikel ini : kejang otot.

Terapi / Solusi

  1. Empat dasar terapi MG : simtomatis (agen antikolinesterase), imunomodulator kronis (glukokortikoid dan obat imunosupresif), rapid immunomodulating (plasmaferesis dan intravenous immune globulin), operasi / pembedahan (thymectomy)
  2. Terapi imunomodulator yang sering digunakan untuk MG adalah azathioprine, sikloporin, siklofosfanid, takrolimus, IVIG (intravenous immunoglobulin), plasmaferesis, dan mycophenolate mofetil.
  3. Konsumsi mestinon sesuai keluhan. Jika tidak respons, dapat ditambahkan prednisone.
  4. Terapi dengan kortikosteroid bermanfaat untuk penderita MG dalam jangka pendek.
  5. Transpalantasi sumsum tulang adalah terapi di masa depan yang sedang dikembangkan oleh ahli untuk mengatasi MG.

Tahukah Anda?

  1. Istilah myasthenia gravis berasal dari bahasa Yunani kuno “myasthenia” yang berarti “otot kelemahan” dan bahasa Latin “gravis” yang berarti “berat”.
  2. Penderita MG sering terdapat timoma (kelenjar timus yang membesar), dan timomaa tersebut harus diangkat.
  3. Kelebihan dosis mestinon dapat menyebabkan diare
  4. Obat golongan aminoglikosida (misalnya gentamisin), secara parsial menghambat sambungan neuromuscular dan memperburuk kondisi penderita MG.
  5. Dalam praktik, obat golongan antikolinergik muskarinik (contoh : propantheline) terkadang digunakan untuk mengendalikan berbagai efek samping dari prydostigmine pada usus/saluran cerna.

Myasthenia gravis

Demikian artikel tentang myasthenia gravis, semoga bermanfaat untuk Anda.

Silahkan komen disini