Penyebab Diabetes

Penyebab diabetes

Penyebab Diabetes.  Banyak hal yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit kencing manis atau diabetes antara lain:

  • Gen Diabetes dalam Keluarga

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, diabetes termasuk ke dalam penyakit yang bisa diwariskan. Gen merupakan sel pembawa sifat yang dapat diwariskan orangtua kepada keturunannya. Pembawaan sifat diabetes tipe-2 memang belum dapat dipastikan, tetapi kecenderungan penurunan sifat diabetes tipe-2 diketahui lebih kuat ketimbang tipe-1. Apabila kedua orangtua menderita diabetes tipe-2, maka anak memiliki risiko terkena diabetes sebesar 30%. Begitu juga jika kedua orangtua menderita diabetes, maka risiko memiliki diabetes tipe-1 adalah sebesar 30%.

Gen yang dimaksud pun tidak selalu berasal dari orangtua kandung, tetapi bisa berasal dari kakek, nenek, atau generasi di atasnya. Bahkan meski orangtua terhindar dari diabetes karena gaya hidup yang baik, bukan berarti anaknya bisa terbebas dari faktor risiko terkena diabetes di kemudian hari.

Dalam sebuah keluarga besar, diperkirakan ada lebih dari 1 anggota yang akan mengidap diabetes. Namun, ada pula keluarga yang berisiko besar terkena diabetes: seperti keluarga besar suku Pima yang tinggal di Arizona, Amerika. Lebih dari setengah masyarakat suku Pima terkena diabetes pada usia paruh baya.

Terkait: Apa yang Terjadi Pada Diabetes?

Diabetes diwariskan dengan beragam cara. Pada diabetes tipe-1, beberapa anggota keluarga dapat membawa peningkatan risiko yang dapat diidentifikasi dengan uji genetik. Namun, hanya sebagian kecil dari orang-orang yang mewarisi risiko ini akan berlanjut menjadi diabetes dan tidak ada yang dapat menghilangkan faktor-faktor penyebab diabetes.

Sejumlah proyek penelitian telah mencoba berbagai penanganan untuk mencegah diabetes pada anggota keluarga yang diidentifikasi berada dalam risiko, tetapi sayangnya penelitian tersebut gagal. Uji genetik hanya dilakukan sebagai bagian dari proyek riset karena tidak ada cara untuk mencegah diabetes pada orang berisiko.

Penyebab Diabetes - www.biosprayid.com

  • Insulin dan Gula Darah

Makanan memegang peranan dalam peningkatan kadar gula darah. Pada proses makan, makanan yang dikonsumsi akan dicerna di dalam saluran cerna kemudian akan diubah menjadi suatu bentuk gula yang disebut glukosa. Selanjutnya, gula akan diserap oleh dinding usus, beredar di dalam aliran darah, dan kemudian akan didistribusikan ke sel-sel tubuh. Inilah alasan akan terjadi kenaikan kadar gula di dalam darah sesudah makan.

Sel-sel tubuh yang berjumlah miliaran bisa diibaratkan sebagai suatu ruangan tempat pengolahan gula atau yang sering kita dengar dengan istilah metabolism tubuh. Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh sel beta (sel P) di pankreas dimana produksi itu dipengaruhi oleh tingginya kadar gula darah. Makin tinggi gula dalam darah, makin tinggi pula insulin yang akan diproduksi.

Selanjutnya, insulin akan ikut aliran darah menuju sel-sel. Di sana, insulin tersebut akan mulai membuka pintu sel satu per satu sehingga gula dan zat makanan bisa masuk ke dalam sel. Selama insulin berada dalam jumlah yang cukup dan kerja secara normal, maka gula di dalam darah akan masuk ke sel-sel dengan lancar sesudah makan sehingga kadar gula di dalam darah turun kembali ke batas kadar sebelum makan. Mekanisme ini bertujuan untuk menjaga gula darah agar tidak naik terus sesudah makan dan tidak melebihi nilai aman.

Secara fluktuatif, kadar gula di dalam darah bergantung pada asupan makanan dengan kadar tertinggi tercapai pada 2 jam sesudah makan. Dua jam setelah makan, gula di dalam darah akan mencapai kadar paling tinggi, normalnya tidak akan melebihi 180 mg per 100 cc darah (=180 mg/ dl). Kadar 180 mg/dl disebut sebagai nilai ambang ginjal. Ginjal, tempat membuat urine, hanya dapat menahan gula jika kadarnya hanya sampai angka tersebut. Lebih tinggi dari itu, ginjal tidak dapat menahan gula dan kelebihan gula akan keluar bersama urine menjadi kencing manis gula.

Gula merupakan bahan baku utama untuk pembentukan energi di dalam tubuh. Di dalam sel, gula akan menjadi energi atau tenaga untuk kebutuhan aktivitas dan akan disimpan agar dapat dipakai pada suatu waktu nanti. Jadi, tubuh tergantung pada makanan untuk memenuhi kebutuhan energi, yaitu untuk segala aktivitas mulai dari memompakan darah ke seluruh tubuh, berbicara, hingga berpikir. Dengan kata lain, jika tidak terjadi proses pembentukan energi di dalam sel,  otomatis tubuh tidak bisa beraktivitas dan badan menjadi lemah, bahkan berat badan akan turun drastis.

Pada penderita diabetes terdapat masalah dengan insulin, mungkin karena jumlah insulin yang kurang atau efek kerja insulin dalam hal memasukkan gula ke dalam sel tidak sempurna atau mungkin juga karena malah kedua-duanya. Akibatnya, gula darah sangat tinggi yang menjadi ciri khas diabetes. Kadar gula yang tinggi inilah dapat menyebabkan komplikasi pada organ yang lain.

Apabila gula yang masuk ke sel tidak mencukupi kebutuhan metabolisme sehingga tidak bisa mendapatkan energi yang cukup, tubuh akan mengolah lemak dan protein dalam tubuh untuk diubah menjadi energi. Penggunaan lemak dan protein inilah yang dapat menyebabkan turunnya berat badan. Selain itu, gangguan pada lemak  (lipid) dapat memberikan gambaran trigliserida yang tinggi, kolesterol LDL (low density lipoprotein) yang sering disebut sebagai lemak jahat dengan hasil yang tinggi, kolesterol HDL (high density lipoprotein) rendah.

  • Kegemukan (Obesitas) dan Resistensi Insulin

Di awal sudah dijelaskan bahwa untuk bisa memasukkan gula ke dalam insulin harus membuka pintu sel. Tentunya, insulin yang diibaratkan sebagai kunci harus cocok dengan lubang kuncinya yaitu reseptor insulin yang terdapat pada dinding sel. Jika proses key and lock berlangsung sempurna, maka gula dapat masuk ke sel. Namun ada kalanya reseptor insulin tersebut tidak sensitif atas hadirnya gula sehingga proses key and lock tidak terjadi dan gula masih berada di dalam darah 5 serta mengakibatkan gula darah tinggi. Kondisi inilah yang disebut sebagai resistensi insulin.  Resistensi insulin ini paling sering dihubungkan dengan kegemukan.

Bagaimana kaitannya? Pada kegemukan atau obesitas, sel-sel lemak yang menggemuk seperti ini akan menghasilkan beberapa zat yang digolongkan sebagai adipositokin yang jumlahnya lebih banyak daripada keadaan tidak gemuk. Zat-zat  itulah yang menyebabkan resistensi terhadap insulin. Namun, di antara beberapa  adipositokin yang “jahat”, terdapat pula yang bersifat baik, yaitu adiponektin, dimana zat ini justru mencegah timbulnya resistensi insulin. Sayangnya, kadar adiponektin ini  justru turun sewaktu sel lemak menggemuk. Anehnya, sel lemak yang paling banyak menghasilkan adipositokin adalah yang melapisi organ-organ di dalam perut. Oleh karena itu, ukuran obesitas yang berdampak buruk terhadap diabetes dapat ditentukan dengan mengukur lingkar pinggang yang besar.

Akibat resistensi insulin itu, gula darah akan kesulitan masuk ke dalam sel sehingga gula di dalam darah tetap tinggi (hiperglikemi) dan terjadilah diabetes, khususnya diabetes tipe-2. Jadi, logika sederhananya adalah dengan mengurangi kegemukan dan menurunkan lemak, maka risiko diabetes akan berkurang.

Gemuk bisa disebabkan oleh faktor turunan atau disebut juga faktor genetik yaitu apabila di dalam satu keluarga terdapat banyak yang gemuk. Selain itu, bisa juga  karena faktor usia lanjut, di mana yang paling sering adalah karena asupan makanan yang berlebih tanpa diimbangi dengan olahraga.

  • Asma, KB, dan Diabetes

Pada penderita asma yang mengonsumsi obat asma juga akan memicu terjadinya diabetes, hormon yang digunakan pada obat asma tersebut adalah steroid yang bekerja berlawanan dengan insulin yang menaikkan gula darah. Steroid dengan dosis tinggi bisa menyebabkan diabetes dan biasanya diabetes akan hilang ketika konsumsi dihentikan.

Pil kontrasepsi juga merupakan salah satu obat yang mengandung hormon steroid dengan antiinsulin rendah. Selain beberapa hormon tersebut, obat cair (diuretik) mungkin mempunyai reaksi antiinsulin dan bisa memperburuk diabetes.

Begitulah informasi tentang penyebab diabetes, semoga bermanfaat untuk Anda.

Silahkan komen disini